26 Desember 2008

Masehi, grup musik yang artistik

Masehi, nama grup musik yang di bangun di kota Malang ini cukup bisa dibanggakan. Musik gerajawi dan umum diarrasemen ulang menjadi musik yang enak sekali didengar di telinga para muda dan tua. Bisa dibilang, mereka ini cukup antusias membangun dunia musik, didalamnya adalah musik gerejawi, untuk bisa disenangi seperti halnya musik yang populer di negeri ini.
Alat musik yang mereka pakai merupakan campuran antara elektrik dan non elektrik. Ada drum, gitar elektrik, keyboard, kendang, bongo dan slenthem. Saat ini, grup musik terdiri dari 6 orang ini berusaha merambah ke dunia rekaman. Smoga saja kota Malang, khususnya GKJW, menjadi bangga pada grup musik ini.

Oratorium Malam Advent Jemaat Sukun

Agak redup, namun hikmat......

Rencana acara akan dimulai pukul 17.00, mundur karena hujan mengguyur kota Malang. Hal ini membuat antusis warga jemaat pun turun untuk menikmati alunan musik oratorium ini. Walau sebenarnya, suguhan apik ini tak bisa dilewatkan begitu saja.
Acara yang dimotori Pokja Musik Gerejawi GKJW Jemaat Sukun Malang,13/12, ini bisa menimbulkan efek positif bagi perkembangan musik khususnya bagi warga GKJW Sukun. Terlihat dari masing-masing kelompok yang menampilkan paduan suara dan beberapa vokal grup yang menampilkan karya suara terbaiknya.

Semoga awal pembelajaran ini bisa terus berlangsung dan menciptakan puji-pujian yang hebat di GKJW.

25 Desember 2008

Pesan Natal







Pesan Natal yang unik ditampilkan oleh drama dari warga jemaat GKJW Surabaya dalam perayaan Natal di Gedung Balai Pemuda GKJW Surabaya, 24/12. Menjadi lebih semarak, karena ada icon GKJW Surabaya, Punakawan yang ikut nimbrung memberikan wejangan pada warga.

Dalam drama tersebut, Pdt. Sri Hadijanto, Sth, yang juga menjadi lakon drama tersebut, memberikan pesan Natal berupa memberikan rasa kedamaian di manapun kita berada. Dengan bersungguh-sungguh perdamaian ini akan terwujud, dan semua dimulai dari keluarga kita.
Natal menjadi lebih indah dan semarak karena kota Surabaya tidak hujan. Sehingga warga pun berdatangan memadati gedung hingga ada beberapa warga jemaat yang berdiri.






perkenalan

Nama koe Kang Didit. Eks penulis kleger dari kota Ngalam